Tampilkan postingan dengan label Ngasinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngasinan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2015

ZIARAH WALISANGA TAHUN 2012

ZIARAH WALISANGA
IRMAS BAITURROHMAN NGASINAN
TAHUN 2012

Perjalanan Ziarah Tahun 2012 tidak cuma walisanga yang ada di Jawa Tengah Saja. Namun rutenya dari Cirebon sampai Bangkalan Madura. Kalau di ceritakan wewww jentik bisa kriting. hahay
Ini beberapa dokumentasi yang bisa di jadikan gambaran rute selama perjalanan.

Mengawali perjalanan dengan ziarah makam mbah Mahbub Ngasinan

Pintu masuk Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Di Puncak tertinggi dekat Cungkub Makam Gunung Jati

Turun dari Makam Syeh Dzatul Kahfi Gunung sembung Cirebon

Habis Ziarah makam Habib Ahmad, Belanja Batik itu wajib di Pekalongan. haha

Penampakan di Masjid Agung Demak

Antara khusyu dan ngantuk perbedaanya hampir tidak kelihatan ( Makam Sunan Kalijaga Demak)

Pagi yang indah di Menara Kudus (Makam Sunan Kudus)

salam Kompak dari kami.. PANITIA

Kenapa aku naik becak dg bapaku? ya betul, karena dia yang mbayar.hahay

Gruvie berdesakan di Makam sunan Muria

Masjid Bawah tanah Tuban

Pak Guru aris di Makam Sunan Bonang Tuban Jatim

NarsSIS di Lamongan ( Makam Sunan Drajat)



Makam Sunan Syeh Maulana Malik Ibrahim Gresik Jatim

Patung Bebek berkepala Naga di gerbang Makam Sunan Giri Gresik jatim

Power Ranger di Masjid Syeh Kholil Bangkalan Madura

Megahnya Masjid Bangkalan

Ki Joko Goro Goro Demak saat Ziarah di Madura. Foto sama artis neih

Jangan iri... inilah SURAMADU

Siapkan duit, Makam Sunan Ampel penuh penjual barang kualitas bagus dan murah. lho??

Makam Syeh Jumadil Qubro Trowulan jawa Timur


Malam yang dingin di Kompelk makam Sunan tembayat Jabalkat Klaten Jateng

Bedug terbesar di Indonesia tempatnya di masjid agung Purworejo

Tahun Baru 2011 Penuh Berkah

ZIARAH IRMAS BAITURROHMAN NGASINAN
TAHUN 2011

Kalau kebanyakan orang merayakan tahun baru dengan pesta pora joget joget dan mbakar ayam serta gurameih, Lain halnya dengan warga Ngasinan. Tanggal 31 Desember 2010 mereka berangkat Ziarah ke makam waliyullah dan menikmati tahun baru dalam Khusyunya doa taqarrub kepada Allah. 
Tak banyak kata, tak banyak cerita. Ini cuma dokumentasi ziarah waliyullah se Jawa Tengah yang di Prakarsai oleh remaja Masjid Baiturrohman Ngasinan. semua indah semua berkah. amin

menunggu bis "Vandama" datang

Khusyu di Makam Syeh Khudhori Tegalrejo Magelang

Narsis di Makam Syeh Khudhori Tegalrejo Magelang (ra patuuut)

Ustad Sobirin, Ustad Ali Masngud dan Ustad Tahriruddin

Makam Mbah Siroj Payaman Magelang

Mr Subur lupa gak bayar ongkos delman di Masjid Agung Demak (kikikiki)

Si Pitung di Menara Kudus

Narsis di makam Sunan Muria. (ganteng ganteng ya?)

Senin, 05 Januari 2015

TAKIRAN



TAKIRAN
Sedekah bumi, adalah tradisi masyarakat jawa yang biasa di laksanakan pada bulan syura. Orang biasanya menyebut juga dengan istilah suran. Kegiatan ini biasanya di isi dengan menyembelih hewan berupa kerbau, sapi, atau kambing. Kemudian kepala dar hewan tersebut di kubur di tempat yang di anggap keramat, sedangkan dagingnya di masak dan di makan bersama seluruh warga.
            Hmmmm... beda daerah, beda pula adat istiadatnya. Begitu pula di Negeri Astina Islamic Country Ngasinan. Pada bulan Syura tidak mengenal istilah sedekah bumi, tetapi tetap mengadakan tradisi rutin setiap bulan syura.
Ngasinan yanmg begitu kental keislamanya, khawatir adanya kesyirikan yang di timbulkan dari adat istiadat yang dilakukan menyambut bulan syura. Maka dari itu sesepuh dahulu merubah kegiatan suran dengan selamatan pada tanggal 10 Muharram yang mana hari tersebut adalah hari asyura yang kita ketahuii ada puasa sunnah yang sangat di anjurkan. Kegiatan selamatn pun akhirnya di ganti dengan istilah “ Buka Bersama Puasa Hari Asyura”. Cuma makananya di buat mirip dengan tradisi sedekah bumi yang di sebut “takir”.

  Inilah “TAKIR” berisi nasi dan lauk pauknya

            Takir merupakan sebuah wadah / tempat makan yang di buat dari daun bisa yang di buat seperti peti. Takir sangat identik dengan suran, dan jaran di gunakan oleh orang jawa di kegiatan lain.
Prosesi pelaksanaan takiran di ngasinan, sederhana sekali. Seluruh warga masyarakat ngasinan dari Ngasinan datang berbondong bondong ke masjid Baiturrtahman pada sore hari pukul 17.00 WIB. Yang datang tak Cuma orang tua, dari anak kecil, sampai yang sepuh semua hadir (pokoke asal wis dongan mangan sega ya mangkat lah. Haha) yang unik, setiap kepala keluarga akan mebawa nampan baik berupa tampah atau baki yang berisi takir yang sudah siap santap. waooowww
Setiap nampan berisi 8 – 10 buah takir, dengan lauk yang wuenak wuenak. Nasi, sayur, ayam, telor, krupuk dan lalapan baik jengkol atau pete. Nampan tersebut di serahkan kepada panitia
 
  Panitia menerima takir yang di bawa warga

Setelah seluruh warga berkumpul, mereka segera masuk serambi masjid. Bpk Kyai Ngabdussalam mulai membuka acara dengan sedikit mauidzoh Hasanah tentang pahala puasa hari Arafah, dan pahala shodaqoh. Dengan begitu makin mantaplah warga untuk berpuasa di tahun mendatang. Setelah pembukaan di lanjutkan pembacaan tahlil yang di ikuti oleh seluruh warga yang hadir, tahlil akan selesai saat waktu magrib datang. Dan di tutup dengan bacaan doa yang di pimpin pak kyai Ngabdussalam.
Saat pembacaan tahlil itulah takir akan di bagikan secara acak kepada warga, tanpa melihat takir itu milik siapa. Setiap orang akan mendapatkan sekitar 2 sampai 3 buah takir (tentunya dengan menu yang berbeda beda) hmm.. kadang kadang mengurangi kekhusyu;an tahlil juga, kalau pas menu kurang memuaskan ada saja yang bergumam ”walah jaaan,, ding aku nampa sing jangan welok ya... krupuke ames mbarang”. Tapiii itu pikiranya anak anak lhoo..



 Pembacaan tahlil ( takir sudah dii bagikan dan siap di santap)
Selesai tahlil dan di kumandangkan adzan maghrib, saatnya buka bersama menikmati takir yang nikmaat. Semoga trdisi ini tetap lestari. Salam AIC










Minggu, 16 November 2014

NGASINAN

Grumbul Ngasinan adalah sebuah grumbul / Dusun / Dukuh kecil yang terletak di Desa Kaliwedi Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah. Dari pusat kota Purwokerto berjarak sekitar 20km kearah selatan. Grumbul Ngasinan secara geografis terletak di daerah pelosok (biar gak di bilang wong gunung). Berbatasan dengan grumbul Leler dan Legok, dimana grumbul Leler di dataran rendah sedangkan grumbul legok termasuk daerah pegunungan. Jadi Ngasinan terletak di tengah tengahnya, bukan daerah ratan (datar) bukan pula daerah pegunungan. Walaupun bukan daerah pegunungan, tetapi Ngasinan berhawa sejuk karena daerahnya yang masih perawan dan bukan jalur lalu lintas padat (kecuali go latha lithi wong legok).
Nah, biar pembaca lebih memahami sedikit tentang Ngasinan, penulis akan ceritakan tentang Ngasinan.

1.    Sejarah nama Ngasinan
       Ngasinan berasal dari kata “asin” (rasa garam). Konon katanya, menurut cerita dari embah embah saya dan seluruh embah di Ngasinan, Ngasinan dahulu adalah sebuah hutan belantara yang mana masih banyak hewan liar yang hidup di situ dan di daerah sekitarnya. Di Ngasinan sendiri ada fenomena aneh, yaitu banyak sekali sumber air yang rasanya asin seperti air laut. Hal tersebut tidak di temukan di grumbul sekitarnya, dan sampai sekarangpun banyak tempat di Ngasinan yang airnya asin.
      Karena banyaknya sumber air asin inilah, dahulu banyak hewan liar yang sengaja datang ke daerah ngasinan (waktu masih hutan broo) yang datang untuk minum air, dan kebiasaan hewan datang minum itulah yang kemudian  diberi istilah “ngasin”. So, kata Ngasinan bisa di artikan sebagai “tempat ngasin hewan hewan liar”.
        Orang yang pertama kali membuka daerah ngasinan sebagai pemukiman adalah Mbah Mahbub. Mbah Mahbub adalah leluhur dari seluruh warga Ngasinan. Cerita detail tentang Mbah Mahbub akan saya bahas di post yang lain. Intinya, sudah paham sejarah kata Ngasinan to? sampuuun
2.    Karakteristik Masyarakat
       Masyarakat Ngasinan mempunyai karakter yang unik dan agak berbeda dengan warga di wilayah lain. Antara lain sbb :
-          Memiliki logat bahasa berbeda, yaitu “bandek” atau huruf a di ucapkan o. Seperti “opo, sopo, iyoo, dll”. Hal itu disebabkan Ngasinan adalah keturunan dari orang Purworejo yaitu Mbah Mahbub.
-          Islami.
Ciri inilah yang sangat membuat Ngasinan terkenal. Yaitu tradisi keislaman yang sangat di pegang kuat oleh masyarakatnya. Hal itu bisa di lihat dari cara berpakaianyanya, kegiatan di masjidnya, pendidikan agama dan ngajinya, serta kesemangatan dalam kegiatan yang bersifat islami. Perlu sedulur pembaca ketahui dari gaya berpakaianya orang akan sangat mengenali itu warga ngasinan yatiu kalau sudah masuk asar semua kaum laki laki pasti memakai sarung, koko dan peci. Sedangkan ibu ibu dan remajanya pasti berjilbab ala santri putri. Keren pokoke lah
-          Zuhud
Zuhud itu saya artika dengan tidak materialistis. Warga Ngasinan sangat nrimo dengan urusan harta. Mereka tidak suka berlomba lomba dalam usrusan kekayan, menghormati seseorang juga bukan karena kekayaan, melainkan karena ilmu agamanya, untuk memilih menantu juga tidak memandang harta calon mementunya. Hmmm salut kan?
3.    Sumberdaya alam
      Ngasinan memiliki sumberdaya alam yang melimpah. Selain tanah subur, air cukup, juga memiliki gunung batu yang mengelilinginya. Gunung batu ini di tambang oleh pengusaha pengusaha  luar Ngasinan tetapi sedikit banyak ikut membantu perekonomian masyarakat lokal
      Mungkin ini dulu pengenalan Ngasinan dari saya, mengenai isi dari Ngasinan apa saja akan saya tuli secara detil baik tokoh, tradisi, kegiatan, dll.
Ngasinan di lihat dari atas bukit sebelah barat

 wong ngasinan mayoritas rajin ke mesjid

 Megahnya Masjid Baiturrahman Ngasinan sebagai pusat kegiatan masyarakat

Pemuda sarungan Ngasinan